Khalifah Ali Gelisah Melihat Rusaknya Fenomena Bahasa Arab

Khalifah Ali Gelisah Melihat Rusaknya Fenomena Bahasa Arab
 
Abu al-Aswad ad-Du'ali pernah menghadap Khalifah Ali bin Abi Thalib. Saat itu, Abu al-Aswad melihat Khalifah Ali tampak sedang sibuk. Di tangan sang khalifah ada selembar kertas dan tangan satunya lagi memegang sesuatu untuk menulis. 
 
"Apa yang sedang Anda lakukan, wahai Khalifah Amirul Mukminin?" tanya Abu al-Aswad kepada Ali. Ia harus bertanya untuk mengusir rasa penasaran yang hinggap di hatinya saat itu.
 
"O, Abu al-Aswad. Aku sedang memikirkan bahasa umat yang kini mulai mengalami kerusakan. Apalagi banyak orang non-Arab yang bahasanya sudah tercampur dengan bahasa Arab. Aku ingin menulis suatu rumusan yang bisa menjadi rujukan dan pedoman bagi mereka," kata Khalifah Ali sambil memperlihatkan selembar kertas tadi kepada Abu al-Aswad.
 
Di dalam kertas itu terdapat beberapa kalimat, yang tertulis, "Kalam terdiri dari isim, fi'il, dan huruf. Isim merupakan kata benda. Fi'il adalah kata kerja. Sedangkan huruf adalah kata yang tidak memiliki makna seperti makna pada isim dan fi'il. Nah, kamu tinggal ikuti saja jejak ini, sambil lalu kamu bisa menambahkan rumusan baru yang kamu temukan. Dan ketahuilah, wahai Abu al-Aswad! Isim itu terbagi tiga, yakni isim dhahir, isim mudhmar, dan isim yang tidak dhahir dan tidak pula mudhmar (isim mubham)."
 
 
Dari penjelasan sang khalifah dan berbekal selembar kertas yang berisi dasar ilmu nahwu itulah Abu al-Aswad mulai melanjutkan rumusan sang khalifah. Awalnya ia membuat klasifikasi Ø¥ِÙ†َّ Ùˆَ Ø£َØ®َÙˆَاتُÙ‡َا  tapi, Abu al-Aswad tidak memasukkan kata Ù„َÙƒِÙ†َّ dalam rumpun saudara-saudaranya Ø¥ِÙ†َّ 

Setelah Abu al-Aswad memperlihatkan hasilnya kepada Khalifah Ali, ia lantas ditanya, "Kok kamu tidak memasukkan Ù„َÙƒِÙ†َّ  ke dalam rumpun Ø¥ِÙ†َّ ?" 

"Karena saya mengira Ù„َÙƒِÙ†َّ  tidak termasuk ke dalam saudara-saudaranya  Ø¥ِÙ†َّ ," jawab Abu al-Aswad.

"Kalau begitu, masukkanlah Ù„َÙƒِÙ†َّ  ke dalam rumpun saudara-saudaranya  Ø¥ِÙ†َّ ," kata sang khalifah.
 
Melihat Abu al-Aswad menunjukkan hasil kerja yang bagus dalam penyusunan kaidah-kaidah nahwu, Khalifah Ali memujinya, "Sungguh indah contoh kaidah nahwu yang kamu rumuskan ini."
 

0/Post a Comment/Comments